Beasiswa Bank Dunia 2009 Program S2 dan S3
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bank Dunia kembali menawarkan program beasiswa bagi Indonesia. Beasiswa yang ditawarkan ada 3 program yaitu:
- Japan/World Bank Graduate Scholarship
- Robert S. McNamara Fellowships
- The Japan Indonesia Presidential Scholarship
1.Japan/World Bank Graduate Scholarship Program Application 2009-2010
Pemerintah Jepang bersama Bank Dunia (World Bank) mengundang para profesional dari negara-negara berkembang untuk bergabung dalam program beasiswa bank dunia dengan tajuk “Japan/World Bank Graduate Scholarship Program“.
Program beasiswa ini bertujuan untuk mendukung proses belajar jenjang master pada bidang studi yang berkaitan dengan pengembangan pada universitas-universitas di negara anggota Bank Dunia. Ruang lingkup beasiswa meliputi biaya kuliah, asuransi kesehatan dan kecelakaan, tempat tinggal, dan tiket pesawat kelas ekonomi. Berkas aplikasi pendaftaran paling lambat harus sudah diterima oleh Bank Dunia pada tanggal 31 Maret 2009.
The World Bank
Joint Japan/World Bank Graduate Scholarship Program
MSN J2-204
1818 H St. NW
Washington DC, 20433, USA
email: jjwbgsp@worldbank.org
fax: (202) 522-4036
Kunjungi websitenya di http://go.worldbank.org/NV4RFT1BP0
2. Robert S. McNamara Fellowships Program 2009-2010
Program beasiswa research yang ditujukan untuk dosen dan peneliti usia maksumum 45 tahun. Download aplikasi pendaftaran disini. Aplikasi harus diserahkan sebelum tanggal 28 Februari 2009.
Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
The World Bank
Robert S. McNamara Fellowships Program
MSN J2-204
1818 H St. NW
Washington DC, 20433, USA
email: rsm_felloships@worldbank.org
fax: (202) 522-4036
Kunjungi websitenya di http://go.worldbank.org/LZYMB47270
3. The Japan Indonesia Presidential Scholarship Program selection cycle 2009
Beasiswa ini disponsori oleh pemerintah Jepang. Peluang bagi peneliti Indonesia untuk kuliah doktor (PhD Studies) di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan program ini yaitu: ITB, Parahyangan, IPB, UGM, Universitas Terbuka, UI, UPI. Syaratnya warga negara Indonesia, berusia maksimal 45 tahun, bergelar master dengan IPK minimal 3.0 (skala 4).
Batas Akhir pendaftaran 27 Februari 2009. Informasi lengkap dan formulir aplikasi kunjungi websitenya di: http://go.worldbank.org/N3YMKMU760
Informasi beasiswa bank dunia bisa diakses di website resmi The World Bank
http://www.worldbank.org/scholarships
PENTINGNYA BELAJAR BAHASA ARAB
Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Imam Syafi’i)1
Itulah ungkapan Imam Syafi’i buat umat, agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan sikap umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatian beliau akan semakin memuncak.
Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi
di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak.
Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini.
Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi
dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.
Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum
muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah
mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam
berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam
mendidik anaknya saat masa kecil.
Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam
sudah memasuki negara- negara ‘ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi
dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan
dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang
pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup
memprihatinkan, para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar
dapat menekuni bahasa Arab ini.
Keistimewaan Bahasa Arab
- Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Allah berfirman:
Sesungguhnya Kami telah menjadikan AI Quran dalam bahasa Arab, supaya
kalian memahamimya.
HREF=”#foot16″>2 - Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat.
Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab.
Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh
karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya. - Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan
tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya. - Indahnya kosa kata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat
dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan
gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.
Petunjuk Urgensi Belajar Bahasa Arab
- Teguran keras terhadap kekeliruan dalam berbahasa.
Berbahasa yang baik dan benar sudah menjadi tradisi generasi Salaf.
Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengucapan ataupun ungkapan yang
tidak seirama dengan kaidah bakunya dianggap sebagai cacat, yang mengurangi
martabat di mata orang banyak. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang
yang terpandang. Ibnul Anbari menyatakan:“Bagaimana mungkin perkataan yang keliru dianggap baik…?
Bangsa Arab sangat menyukai orang yang berbahasa baik dan benar, memandang
orang-orang yang keliru dengan sebelah mata dan menyingkirkan mereka”.Umar bin Khaththab pernah mengomentari cara memanah beberapa orang
dengan berucap: “Alangkah buruk bidikan panah kalian”.
Mereka menjawab, “Nahnu qawmun muta’alimiina (kami
adalah para pemula)”,
HREF=”#foot30″>3 maka Umar berkata,‘Kesalahan berbahasa kalian lebih fatal menurutku daripada buruknya
bidikan kalian…”
HREF=”#foot33″>4 - Perhatian salaf terhadap bahasa Arab.
Umar bin Khaththab pernah rnenulis surat kepada Abu Musa yang berisi
pesan: “Amma ba’du, pahamilah sunnah dan pelajarilah bahasa
Arab”.
Pada kesempatan lain, beliau mengatakan:“Semoga Allah merahmati orang yang meluruskan lisannya (dengan
belajar bahasa Arab)’.Pada kesempatan lain lagi, beliau menyatakan:
“Pelajarilah agama, dan ibadah yang baik, serta mendalami
bahasa Arab”.Beliau juga mengatakan:
“Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal
dan menambah kehormatan”.
HREF=”#foot47″>5Para ulama tidak mengecilkan arti bahasa Arab. Mereka tetap memberikan
perhatian yang besar dalam menekuninya, layaknya ilmu syar’i lainnya.
Sebab bahasa Arab adalah perangkat dan sarana untuk memahami ilmu
syariat. Imam Syafi’i pernah berkata:“Aku tinggal dipedesaan selama dua puluh tahun. Aku pelajari
syair- syair dan bahasa mereka. Aku menghafal Al Qur’an. Tidak pernah
ada satu kata yang lewat olehku, kecuali aku memahami maknanya”.Imam Syafi’i telah mencapai puncak dalam penguasaan bahasa Arab, sehingga
dijuluki sebagai orang Quraisy yang paling fasih pada masanya. Dia
termasuk yang menjadi rujukan bahasa Arab.
Ibnul Qayyim juga dikenal memiliki perhatian yang kuat terhadap bahasa
Arab. Beliau mempelajari dari kitab Al Mulakhkhash karya Abul
Baqa’, Al Jurjaniyah, Alfiyah Ibni Malik, Al Kafiyah Asy Syafiah dan
At Tashil, Ibnul Fathi Al Ba’li. Beliau juga belajar dari Ali bin
Majd At Tusi.
Ulama lain yang terkenal memiliki perhatian yang besar terhadap bahasa
Arab adalah Imam Syaukani. Ulama ini menimba ilmu nahwu dan sharaf
dari tiga ulama sekaligus, yaitu: Sayyid Isma’il bin Al Hasan, Allamah
Abdullah bin Ismail An Nahmi, dan Allamah Qasim bin Muhammad Al Khaulani. - Anak-anak khalifah juga belajar bahasa Arab.
Para khalifah, dahulu juga memberikan perhatian besar terhadap bahasa
Arab. Selain mengajarkan pada anak-anak dengan ilmu- ilmu agama, mereka
juga memberikan jadwal khusus untuk memperdalam bahasa Arab dan sastranya.
Motivasi mereka, lantaran mengetahui nilai positif bahasa Arab terhadap
gaya ucapan mereka, penanaman budi pekerti, perbaikan ungkapan dalam
berbicara, modal dasar mempelajari Islam dari referensinya. Oleh karena
itu, ulama bahasa Arab juga memiliki kedudukan dalam pemerintahan
dan dekat dengan para khalifah. Para pakar bahasa menjadi guru untuk
anak-anak khalifah.
Al Ahmar An Nahwi berkata,“Aku diperintahkan Ar Rasyid untuk mengajarkan sastra Arab
kepada anaknya, Muhammad Al Amin. Al Makmun dan Al Amin juga pernah
dididik pakar bahasa yang bernama Abul Hasan ‘Ali bin Hamzah Al Kisa
i yang menjadi orang dekat Khalifah. Demikian juga pakar bahasa lain
yang dikenal dengan Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin As Sari mengajari
anak-anak Khalifah AlMu’tadhid pelajaran bahasa Arab. Juga Abu Qadim
Abu Ja’far Muhammad bin Qadim mengajari Al Mu’taz sebelum memegang
tampuk pemerintahan”.
Waspadai bahaya plastik
Hampir semua orang setiap hari menggunakan plastik untuk kebutuhan hidup. Banyak orang yang tau kalau plastik itu berbahaya, apalagi lagi limbahnya.
Yang jadi pertanyaan apa ada tanda pengenal plastik?
Ternyata ada dan diatur serta ditetapkan secara internasional, sehingga di manapun di dunia ini kode dan simbolnya sama.
Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:
Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan singkatnya sbb:
1. PET — Polyethylene Terephthalate
v Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga
v Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.
v Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)
v Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan.
v Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
2. HDPE — High Density Polyethylene
v Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
v Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
v HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
v HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
v Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu
3. V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
v Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
v PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
v Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
v Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
4. LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
v Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
v Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
v Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP — Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP
– PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
v Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap
v Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6 . PS — Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.
v PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
v Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
v Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
v Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
v Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7. OTHER
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER
– Other (SAN – styrene acrylonitrile, ABS – acrylonitrile butadiene styrene, PC – polycarbonate, Nylon)
v Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
v PC – Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
v Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
v Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
v SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
v Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
v SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.
Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.